Review Isi Film Toxic (2022) Dan Mengkaitkannya Dengan Teori Etika Bisnis.
Yana Yekti Mumpuni_23012010081_Etika Bisnis_Manajemen_FEB UPN Veteran Jawa Timur
Film ini didasarkan pada peristiwa nyata yang terjadi di korea, 2011. Film Toxic menceritakan sudut pandang para korban dari bencana besar yang disebabkan cairan kimia dari Humidifiers. Bagaimana bencana tersebut dapat menyebabkan kematian dan menunjukkannya kepada dunia betapa berbahayanya dan juga dari pengelihatan keluarga yang ditinggalkan.
Ringkasan Film
Pada awal film memperlihatkan satu keluarga yang terdiri dari sang ayah bernama Jung Tae-hun (Kim Sang-kyung) yang merupakan seorang kepala dokter pusat trauma di rumah sakit, istrinya yang bernama Han Gil-ju (Seo Young-hee) serta anak laki-laki nya bernama Min-woo (Lee Hyo-je) yang tiba-tiba saja memiliki penyakit paru-paru. Disisi lain Han Gil-ju memiliki saudara perempuan bernama Han Young-ju yang bekerja sebagai jaksa penuntut.
Ketika berenang, Min-woo tak sadarkan diri di dalam kolam renang dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Jung Tae-hun yang berada di sana pun lantas bertindak sesuai intruksi temannya untuk segera mengoperasi Min-woo . Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Jung Tae-hun, paru-paru Min-woo berubah keras seperti batu dan kemungkinan tersebut adalah bentuk Fibrosis paru akut kepada Han Gil-ju yang ada di depannya menatap monitor yang menampilkan Rontgen paru-paru milik Min-woo. Malam itu Han Gil-ju menitipkan anaknya pada sang suami sedangkan dirinya kembali ke rumah. Sehari setelah itu Han Young-ju datang ke rumah kakaknya sambil membawa sebuah kado untuk Minwoo, karena ia sering memberikan mainan pada keponakannya itu. Namun beberapa kali ia memencet bel tidak ada seseorang yang membukakannya, pada akhirnya Han Young-ju berinisiatif untuk masuk sendiri karena dirinya mengetahui kode rumah tersebut. Di dalam rumah itu sangat sepi, ia memanggil akkanya namun tidak ada jawaban. Hingga Han Young-ju mendapati sosok kakaknya sudah terbaring di atas lantai dengan kondisi tak sadarkan diri.
Dan Han Gil-ju tiba-tiba saja mati karena penyakit paru-paru yang sama dengan anaknya. Di aula pemakaman Jung Tae-hun mengatakan bahwa Han Gil-ju sepertinya sudah mendapatkannya setidaknya satu tahun lamanya pada Han Young-ju, namun Young-ju mengatakan bahwa itu sepertinya tidak mungkin. Ada sesuatu yang salah disini karena dia dan kakaknya melakukan pemeriksaan penuh selama 5 bulan yang lalu tapi mereka tidak pernah menyebutkan gejala seperti itu. Menydarai sesuatu, Jung Tae-hun kembali datang untuk melihat Rontgen paru milik Han Gil-ju yang ternyata bersih tanpa jejak Fibrosis dan dirinya akan melakukan autopsi pada tubuh Han Gil-ju. Setelah dilakukan autopsi terbukti fakta bahwa paru-paru istrinya mengeras seperti batu, ia merasa aneh dan janggal. Padahal beberapa waktu lalu istrinya melakukan pemeriksaan bersama adiknya, baik-baik saja. Mulailah dokter Jung mencari letak kejanggalan yang terjadi.
Jung Tae-hun menemui OH Jong-hak dari rumah sakit Jungang yang merupakan dokter anak yang sudah berhenti setahun yang lalu dan memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya. Jung Tae-hun menceritakan kondisi anaknya pada dokter OH. Dokter itu mengatakan Fibrosis paru akan menghilang selama musim panas, musim gugur dan musim dingin. Penyakit itu akan kembali pada musim semi. Ada lebih dari 80% dari semua kasus selama berkonsentrasi di musim semi tentang Fibrosis paru akut, dan dokter Jung memutuskan untuk membuat survei dengan mendatangi orang-orang yang terkena penyakit yang sama dengan mendiang istrinya. Han Young-ju juga menyelidiki kasus ini dan ia bekerja sama dengan kakak iparnya tersebut. Pada akhirnya Han Young-ju berhenti dari pekerjaanya sebagai Jaksa Penuntut dan mulai bekerja sebagai Pengacara. ketika mereka mengunjungi korban dan mengumpulkan materi, mereka mengungkap rahasia penyakit paru-paru akut tersebut. Dan yang pertama kali yang menyadarinnya adalah Dokter Jung. Dokter itu menyadari bahwa setiap korban memiliki Humidifiers atau yang biasa disebut pelembab udara di rumah mereka. Karena pengggunaan Humidifiers menjadi suatu keharusan ketika suhu turun terjadi. Dan sebagian besar dari mereka menghabiskan sebagian besar musim dingin di dalam ruangan.
Jung Tae-hun akhirnya melakukan pengujian hewan di kamar Min-woo dan Gil-Ju untuk memeriksa faktor lingkungan, karena jika digunakan di ruang tanpa ventilasi yang tepat jamur atau kuman bisa tumbuh dan tergantung pada orangnya itu bisa berakibat fatal. Pada Minggu kedua semua tikus lab mati fibrosis paru dan komplikasi. Penyebab utama kematiannya adalah menghirup PHMG (PolyHexamethylene guandinie) yang biasanya digunakan sebagai desinfektan biosida yang sejumlah besar ditemukan di dalam pelembab. Perusahaan produsen Spotless 'O2 yang merupakan penyuplai obat pembersih pelembab tersebut ternyata dengan sengaja menyebarkan 10 juta produk mereka di seluruh Korea dan dalam tes toksisitas terdapat komponen PHMG yang dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh manusia di dalam kandungannya. Dan salah satu dari mereka menghancurkan bukti uji tes tersebut karena perintah dari CEO nya agar citra perusahaan Spotless 'O2 tidak rusak dihadapan para publik.
Dokter Jung yang terus mengungkap kebenaran dan sisi perusahaan disinfektan yang terus menutup mulut para korban dengan uang. Persidangan pun dimulai, dikumpulkan orang-orang yang mau mendukung dan ahli. Tapi nyatanya mereka kalah telak, dan ternyata beberapa pejabat dan ahli tersebut kongkalikong. Mereka bersepakat dengan uang untuk bungkam. Meski dokter Jung kalah, ia tidak menyerah dan terus bertahan mengungkap kebenaran. Satu pintu tertutup satu pintu yang lain terbuka. Seo Woo Sik yang awalnya dari sisi perusahaan disinfektan terus membungkam mulut para korban, kini justru mendukung dokter Jung. Anaknya ternyata juga pernah menjadi korban oleh perusahaannya sendiri. Dengan pura-pura bergabungnya dokter Jung Tae Hun di sisi para penjahat, ia akhirnya bisa mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya. Pada endingnya justru pejabat saling tuduh menuduh, karena dari segi kementrian ada yang meloloskan produk tersebut.
Permasalahan Etika
Permasalahan etika dalam film tersebut adalah pembohongan pada publik tentang desinfektan berbahaya dalam penggunaan Humidifiers yang diproduksi oleh perusahaan Spotless 'O2. Ketidakjujuran dan transparansi oleh perusahaan tersebut menempatkan kesehatan masyarakat dalam bahaya yang serius. Penyalahgunaan informasi yang salah mengenai produk kesehatan dapat menyebabkan kerugian fisik dan finansial bagi individu yang terkena dampaknya.
Releveansi Teori Yang Ada
Teori keutamaan memandang cara orang bersikap, seperti baik atau tidak, ramah atau tidak, jujur atau tidak, dan lain sebagainya. Keutamaan dalam teori ini diartikan sebagai watak yang diperoleh seseorang yang memungkinkannya bersikap baik secara moral.
https://repository.petra.ac.id/19959/1/Publikasi1_85005_8548.pdf
Solusi
Solusi tentang permasalahan Etika menggunakan Teori Etika Keutamaan (Virtue Ethics), Dalam kasus pembohongan tentang produk kesehatan, teori etika keutamaan akan menekankan pentingnya karakter yang jujur dan bertanggung jawab. Solusi yang ditekankan adalah pengembangan karakter yang memiliki kebajikan kejujuran dan keadilan, sehingga perusahaan dan individu terlibat dalam menyediakan informasi yang akurat dan jujur kepada konsumen. Dengan mengutamakan pengembangan karakter yang baik, diharapkan individu dan organisasi dapat menghasilkan solusi-solusi yang etis dalam menangani permasalahan kompleks yang melibatkan teknologi, kesehatan, privasi, dan tanggung jawab sosial.
Saran Preventif
Saran preventi yang dapat diberikan untuk mengatasi permasalahan etika yang muncul dalam kasus tersebut adalah sebagai berikut :
1. Transparansi dan Kejujuran : Penting bagi perusahaan dan individu untuk berkomitmen pada transparansi dan kejujuran dalam segala aspek aktivitas mereka. Ini termasuk menyediakan informasi yang akurat dan jelas kepada konsumen, serta mengungkapkan dengan jujur penggunaan teknologi yang melibatkan privasi individu.
2. Pematuhan Regulasi: Menghormati dan mematuhi regulasi yang berlaku terkait dengan penggunaan teknologi, pemasaran produk kesehatan, dan perlindungan konsumen. Kepatuhan terhadap regulasi dapat membantu menjaga standar etika yang tinggi dan melindungi kepentingan konsumen serta masyarakat secara umum.
Dengan menerapkan saran preventif ini, diharapkan kita dapat meminimalkan risiko terhadap pelanggaran etika dan mengarah pada praktik yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan dan bisnis.

Komentar
Posting Komentar